SETELAH SEKIAN LAMA AKHIR NYA TERPECAHKAN RAHASIA KENAPA ABAH SELALU BERPAKAIAN GAGAH

Di negara kita, salah satu penyakit yg ditularkan untuk melemahkan mayoritas umat Islam adalah inferiority complex (fenomena psikologis bahwa dirinya lebih rendah daripada orang lain). Setidaknya, penyebarannya di bangsa kita dimulai dari zaman penjajahan asing pada masa sebelum kemerdekaan. Sementara di dunia, jauh sebelum itu, pada saat zaman Romawi dan Persia masih berdiri, penularan inferiority complex kepada umat Islam sudah dijalankan.
Terlebih di saat orientalis Belanda bernama Christian Snouck Hurgronje pulang dari penyamarannya sebagai seorang Muslim dari Tanah Suci Makkah Al Mukarramah ke tanah air. Hurgronje melakukan propaganda sedemikian rupa agar masyarakat pribumi terjangkit penyakit inferiority complex akut dan menular. Memandang bahwa sebagai seorang pribumi yg terjajah, dirinya lebih rendah dibandingkan dengan penjajah. Bertemu bule, minder. Bertemu kulit kuning, malu. Bertemu kulit hitam, takut.
Mau tidak mau, propaganda ini berhasil. Bahkan dampaknya terasa hingga sekarang. Sebagian masyarakat, ketika berhadapan dengan orang asing menjadi kikuk, minder, merasa bahwa dirinya lebihn rendah daripada mereka. Kondisi seperti ini juga merembet kepada bahwa segala sesuatu dari luar adalah keren.
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- giriharja --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-7800249929418027" data-ad-slot="8880269995" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
Inferiority complex ini mesti dilawan. Disembuhkan. Sudah bukan zamannya lagi kita tunduk dan takluk. Kalah dan mengalah. Sudah saatnta kita merdeka (dalam artian sebenarnya) dari belenggu penjajah.
Salah satu upaya mendobrak belenggu inferiority complex adalah dengan memunculkan kekerenan (baca: kemuliaan) kita di hadapan mereka yg sengaja ingin mencabik-cabik harga diri kita.
Kesombongan yg menjadi senjata mereka, dilawan dengan kesombongan. Keduniawian yg menjadi alat merendahkan, kita lawan dengan keduniawian. Namun tetap, jagalah orientasinya. Kita sedang menjaga izzah, bukan kemudian tenggelam di dalamnya.
Itulah kenapa para Khalifah, Sultan, Raja-raja, Panglima, bahkan para da'i penyebar dakwah 'seakan-akan tampak hidup wah'. Jangan dulu mencap mereka bermegah-megah. Orientasinya berbeda. Mereka sedang menjaga izzah dirinya dan umat Islam. Mereka sedang menyikapi dan melawan keduniawian yg menjadi alat orang-orang munafik dan orang-orang kafir dengan sesuatu yg mereka banggakan, yakni keduniawian.
Syaikh As Syahid Ahmad Yasin, tokoh perjuangan kemerdekaan Palestina yg lumpuh di hampir seluruh anggota badannya pernah di tanya kenapa beliau bergaya keren pada saat difoto? Mengenakan jas terbaik, celana terbaik, sepatu terbaik dan mengangkat dan menyilangkan kaki tidak seperti ulama lainnya yg duduk tawadhuk.
Lalu Syaikh Ahmad Yassin pun menjawab, "Karena yg memotretku adalah sipir penjara Zionis Israel".
Rachid Nekkaz, miliarder dan muliarder asal Perancis yg berusia 38 tahun, dengan 'sombong'-nya ia membayar denda 2000 orang muslimah yg melanggar hukum akibat pelarangan pengenaan jilbab dan cadar. Ia umumkan ke seantero dunia. Pria ganteng, keren, kaya dan 'sombong' ini kemudian menggentarkan rezim pemerintahan Perancis.
Akibat dari kesombongan Nekkaz yg menghebohkan itu, aturan 'buka cadar atau denda 150 Euro' ini kemudian dicabut. Apakah terbayang jika Nekkaz melakukannya diam-diam, anonim, tidak narsis dan fenomena yg sering kali kita label dengan kata sombong itu?
Presiden Soekarno, kemana-mana tampil keren dan sombong. Tak pernah ia menundukkan dagu kepada orang asing. Ia kuasai bahasanya dengan baik. Ia kuasai budayanya agar bisa berdiplomasi dengan baik. Dan kita tahu sendiri pada masa pemerintahannya, Indonesia menjadi macan Asia yg ditakuti dunia.
Mayoritas kita karena inferiority complex tadi, melihat yg wah jadi goyah, minder, curiga dan berakhir dengan buruk sangka. Sementara, melihat yg berpenampilan lugu, berkomunikasi ala kadarnya malah simpati. Padahal penipu.
Kepada kita, jangan dulu tersinggung dengan saudara-saudaranya yg memunculkan kekerenannya, ulama yg berkendaraam kinclongnya, seakan-akan sombong dan hidup wah. Itu bukan untuk sesama kita. Itu adalah untuk mereka. Untuk melawan sebuah penyakit akut bernama inferiority complex yg sudah menjalar sejak lama. Ingat, hanya orang sombong yg akan tersinggung dengan kesombongan.
Sekali lagi, orientasi salah mereka terhadap dunia lah yg kita lawan dengan dunia juga. Karena dengan itulah hati mereka gentar.
Copas dari status 
Azzam mujahid izzulhaq

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SETELAH SEKIAN LAMA AKHIR NYA TERPECAHKAN RAHASIA KENAPA ABAH SELALU BERPAKAIAN GAGAH"

Post a Comment