MENGAPA HATI MEMBATU DAN JAUH DARI AGAMA ?
MENGAPA HATI MEMBATU DAN JAUH DARI AGAMA ?
MENGAPA HATI MEMBATU DAN JAUH
DARI AGAMA ?
Ibnu al-Qayyim rahimahullah
mengatakan "Tatkala mata telah
mengalami kekeringan dan tidak
pernah menangis karena takut
kepada Allah ta'ala, maka ketahuilah
bahwa sesungguhnya keringnya
mata itu adalah bersumber dari
kerasnya hati. Hati yang paling jauh
dari Allah adalah hati yang keras."
kerasnya hati termasuk hukuman
paling parah yang menimpa manusia
akibat dosanya. Ayat-ayat dan
peringatan tidak lagi bermanfaat
bagi mereka yg keras hati nya.ayat-
ayat dan peringatan hanya angin
lewat yg tidak mampu membuat hati
bergetar, Dia tidak merasa takut
melakukan keburukan, dan tidak
terpacu melakukan kebaikan,
sehingga petunjuk yang disampai
kan kepadanya bukannya menambah
baik justru semakin menambah
buruk keadaannya karena ia akan
melakukan penolakkan dari dalam
hati nya ketika di ingat kan.
Abu Sulaiman ad-Darani
rahimahullah mengatakan [al-
Bidayah wa an-Nihayah, 10/256],
"Segala sesuatu memiliki ciri,
sedangkan ciri orang yang hati nya
dibiarkan binasa adalah tidak bisa
menangis karena takut kepada
Allah."
Di antara kebiasaan sehari-hari yang
bisa menyebabkan kerasnya hati
adalah :
* Berlebihan dalam berbicara
* Melakukan kemaksiatan
* Tidak menunaikan kewajiban
* Tidak mengamalkan ilmu yang
telah tersampaikan padanya
* Terlalu banyak tertawa
* Terlalu banyak makan
* Banyak berbuat dosa
* Berteman dengan orang-orang
yang buruk agamanya
MELEMBUTKAN HATI YANG KERAS
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di
dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99]
bahwa suatu ketika ada seorang
lelaki yang berkata kepada Hasan al-
Bashri, "Wahai Abu Sa'id! Aku
mengadu kepadamu tentang
kerasnya hatiku." Maka Beliau
menjawab, "Lembutkanlah hatimu
dengan berdzikir."
Beberapa cara agar hati menjadi
lembut dan mudah menangis karena
Allah antara lain :
* Mengenal Allah melalui nama-
nama, sifat-sifat, dan perbuatan-
perbuatan-Nya
* Membaca al-Qur'an dan merenungi
kandungan maknanya
* Banyak berdzikir kepada Allah
* Memperbanyak ketaatan
* Mengingat kematian, menyaksikan
orang yang sedang di ambang
kematian atau melihat jenazah orang
* Mengkonsumsi makanan yang
halal
* Menjauhi harta yang haram
seperti riba
* Menjauhi perbuatan-perbuatan
maksiat
* Berkumpul dengan orang shaleh
dan sering mendengarkan nasehat
* Mengingat dahsyatnya hari kiamat
* Mengingat sedikitnya bekal
amalan yang bisa kita banggakan di
yaumil hisab
* Merasa takut kepada Allah
* Membiasakan berdoa dalam
banyak kesempatan
* Mengingat usia kita yang sangat
singkat
Semoga bermanfaat
wallahu alaam bhisawab..
Tri Wahyu
MENGAPA HATI MEMBATU DAN JAUH
DARI AGAMA ?
Ibnu al-Qayyim rahimahullah
mengatakan "Tatkala mata telah
mengalami kekeringan dan tidak
pernah menangis karena takut
kepada Allah ta'ala, maka ketahuilah
bahwa sesungguhnya keringnya
mata itu adalah bersumber dari
kerasnya hati. Hati yang paling jauh
dari Allah adalah hati yang keras."
kerasnya hati termasuk hukuman
paling parah yang menimpa manusia
akibat dosanya. Ayat-ayat dan
peringatan tidak lagi bermanfaat
bagi mereka yg keras hati nya.ayat-
ayat dan peringatan hanya angin
lewat yg tidak mampu membuat hati
bergetar, Dia tidak merasa takut
melakukan keburukan, dan tidak
terpacu melakukan kebaikan,
sehingga petunjuk yang disampai
kan kepadanya bukannya menambah
baik justru semakin menambah
buruk keadaannya karena ia akan
melakukan penolakkan dari dalam
hati nya ketika di ingat kan.
Abu Sulaiman ad-Darani
rahimahullah mengatakan [al-
Bidayah wa an-Nihayah, 10/256],
"Segala sesuatu memiliki ciri,
sedangkan ciri orang yang hati nya
dibiarkan binasa adalah tidak bisa
menangis karena takut kepada
Allah."
Di antara kebiasaan sehari-hari yang
bisa menyebabkan kerasnya hati
adalah :
* Berlebihan dalam berbicara
* Melakukan kemaksiatan
* Tidak menunaikan kewajiban
* Tidak mengamalkan ilmu yang
telah tersampaikan padanya
* Terlalu banyak tertawa
* Terlalu banyak makan
* Banyak berbuat dosa
* Berteman dengan orang-orang
yang buruk agamanya
MELEMBUTKAN HATI YANG KERAS
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di
dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99]
bahwa suatu ketika ada seorang
lelaki yang berkata kepada Hasan al-
Bashri, "Wahai Abu Sa'id! Aku
mengadu kepadamu tentang
kerasnya hatiku." Maka Beliau
menjawab, "Lembutkanlah hatimu
dengan berdzikir."
Beberapa cara agar hati menjadi
lembut dan mudah menangis karena
Allah antara lain :
* Mengenal Allah melalui nama-
nama, sifat-sifat, dan perbuatan-
perbuatan-Nya
* Membaca al-Qur'an dan merenungi
kandungan maknanya
* Banyak berdzikir kepada Allah
* Memperbanyak ketaatan
* Mengingat kematian, menyaksikan
orang yang sedang di ambang
kematian atau melihat jenazah orang
* Mengkonsumsi makanan yang
halal
* Menjauhi harta yang haram
seperti riba
* Menjauhi perbuatan-perbuatan
maksiat
* Berkumpul dengan orang shaleh
dan sering mendengarkan nasehat
* Mengingat dahsyatnya hari kiamat
* Mengingat sedikitnya bekal
amalan yang bisa kita banggakan di
yaumil hisab
* Merasa takut kepada Allah
* Membiasakan berdoa dalam
banyak kesempatan
* Mengingat usia kita yang sangat
singkat
Semoga bermanfaat
wallahu alaam bhisawab..
Tri Wahyu
0 Response to "MENGAPA HATI MEMBATU DAN JAUH DARI AGAMA ?"
Post a Comment